Terimakasih Al Azhar Kairo, atas kesempatan yg kau berikan utkku belajar bersamamu agar dapat berbakti pd agama dan umat.
Tuesday, 11 November 2014
ALHAMDULILLAH SAYA SUDAH DAPAT KARTU SAKTI!
Monday, 20 October 2014
Adik Bendahara
Sepanjang hidup saya, angka itu selalu memusingkan.
Dulu saya memang sangat suka matematika. Saat masuk SMP, saya mulai memusuhinya.
Trnyata benar, cara mengajar guru itu sangat berpengaruh trhadap murid. Mungkin dlu guru saya ogah-ogahan ngajarnya.
Sampe pernah suatu hari sy protes. Sy kritik gaya ngajar guru sy yg menurut sy terlalu rumit. Beliau mencoba menerapkn gaya belajar-mengajar antara dosen dan mahasiswa. Lah, sedang waktu itu kami masih SMP. Sontak aja saya protes.
Saya sempet bersyukur, ditempat kuliah sy ini (al Azhar Univercity ) sy gak bertemu dg yg namanya hitung-hitungnya. But, lagi-lagi benar kata orang bijak 'manusia tdk akan prnah lepas dg angka'. Mau tidur aja musti nengok angka jam. Mau beli sesuatu nyodorin sejumlah angka uang.
Kali ini, sy diberi amanah memegang jabatan bendahara di suatu kepanitiaan. Awalnya saya di panggil 'Bu Bendahara'. Tapi.saya gak terima. Toh, sy masih muda. Termasuk yg paling muda diantara smua panitia malah. Jadi sy memanggil diri sy dg sebutan 'Adik Bendahara'
Rencananya, acara yg dinamakan 'Kampoeng Pelajar' ini akan diadakan mulai senin pagi ini sampe rabu di daerah Fayoum.
Sebenarnya konsep acaranya udah bagus banget, tp emang saya yg apes kali ya. Dapet jabatan yg gak mudah di kondisi yg memang lg krisis ekonomi. Jadilah sy pusing tujuh keliling di tambah maju mundur 3x. :-SS
Tapi 'ala kulli haal
Moga acara besok dan seterusnya lancar. Baik-baik saja. Tdk ada hambatan sampai akhir. Amin
Ohya, utk acara kali ini sbnernya sy pnya 3 profesi sekaligus. Pertama: Adik Bendahara. Kedua: Pemandu. Ketiga: Observer.
Pengalaman itu PROSES! Semangat LILLAH! ;-)
Wednesday, 15 October 2014
Ersyie Al-Hamidy: Lembayung Cinta
Wednesday, 8 October 2014
Lembayung Cinta
"Lembayung Cinta"
Lagi-lagi aku harus bercerita padamu. Berkisah denganmu. Berhikayat bersamamu. Kamu tau? Aku dan kamu laiknya teko dan gelas. Aku tekonya, dan tentu saja kamu gelasnya. Aku hanya menumpahkan semua yang ada dalam diriku tanpa peduli gelasmu penuh atau malah isinya tumpah keluar.
Seperti ada yang aneh dalam diriku. Sejak saat itu, cerita-cerita tentang Laut lebih menarik perhatianku daripada bermain bersama Angin. Bahkan saat Angin mengajakku bermain bersama segorombolan anak manusia, aku lebih memilih menjauh ke tempat lain. Apa aku jatuh cinta pada Laut? Jatuh cinta pada kecantikannya yang abstrak. Jatuh cinta pada keindahannya yang hanya aku lihat dengan telingaku saja. Mata dan logikaku tidak berfungsi. Atau aku sudah mulai gila? Entahlah!
Katanya. Ah, andai saja dia bisa mendengarku. Tentu akan aku jawab “Kaktus tidak pernah sendiri, dia bisa bertahan karena ada Aku, si Pasirmu dan Angin”.
“Aku lebih dulu mengagumimu jauh sebelum kamu mengagumi Laut. Tapi Aku sadar, semua ini hanya sebatas kekaguman. Seperti kamu memandang kagum Laut dari jauh, seperti itu pula aku memandangmu kagum dari sini. Jauh dan tanpa pernah bisa bersatu”
Garis Pengembara: AKTIVIS? Pilihan atau Tuntutan?
Sunday, 10 August 2014
AKTIVIS? Pilihan atau Tuntutan?
Nahlo, Sebenarnya aktivis itu apa sih?
sy setuju kalau ada yg bilang, definisi sebuah kata gak melulu diartikan sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sebuah kata juga bisa kita definisikan melalui pengalaman. Tapi gak ada salahnya kan kalau kata 'aktivis' kita artika sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia dulu setelah itu baru ditinjau dari pengalaman yang ada.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, aktivis adalah "orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yg bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan di organisasinya" atau bisa diartikan juga "seseorang yg menggerakkan (demonstrasi dsb)". Seorang aktivis juga bisa kita sebut 'tokoh', 'penggerak', atau 'penggagas'. Yang artinya, seorang aktivis itu adalah penggerak, tokoh, dan penggagas yang bergerak di seuatu organisasi dengan menyumbangkan tenaga dan fikiran demi mewujudkan visi dan misi yang ingin dicapai.
Monday, 30 June 2014
Sejarah Ringkas Syi’ah
Sunday, 29 June 2014
Buatkan Aku Cerita, Mah!
maaf sayaang.. bukan aku enggan
aku hanya tak ingin memenuhi pintamu yg ini
membuat-buat cerita tentangmu, tentang kita
karena kisah kita nyata. bukan rekayasa
bukan pula sengaja di buat-buat agar laku jual
atau agar orang lain memuji kisah kita yg sekali lagi, di buat-buat.
ini kisah kita! nyata terjadi sore tadi!
"kamu mau es krim rasa apa?"
"chocolate-vanilla aja, kamu?"
"yg itu aja"
-aku lupa apa namanya, seingat lidahku es krim milikmu rasa capuccino di taburi sedikit kacang-
aku tau, aku tidak terlalu suka dg es krim. kamu pun tau itu, tp karena itu mau mu. aku ikut saja. kapan lagi? pikirku.
walaupun kita membeli es krimnya dua, tapi tetap saja aku hanya mencicipinya sedikit. aku tau kamu penggila es krim, dg ikhlas aku serahkan saja sisa es krimku utk kamu habiskan.
kamu tau? lucu juga melihat ekspresi lahapmu menghabiskan eskrim. ( eh, tapi aku lupa kapan kamu menghabiskan es krim keduamu. seingatku, tiba-tiba saja sudah habis )
Sore itu, kita habiskan waktu mengelilingi mall yg hanya berlantai empat. tidak terlalu besar, tapi cukup utk kita berdua menghabiskan waktu bersama.
kamu sudah terlalu sibuk dg duniamu, begitu pula aku. waktu seperti ini memang sangat langka. yah di manapun, asal kita bisa tertawa bersama.
Ohya, ini aku hadiahkan satu oleh-oleh menarik dari perjalanan kita sore ini. Foto ini. kamu ingatkan?
kamu bilang, kamu terlalu tegang memegang pistol itu. padahal itu cuma mainan. jujur aku ingin tertawa lepas, tapi takut kamu ngambek.
"aku puas dg permainan sore ini!"
"ah masa? yg penting udah tau kan seberapa cool-nya aku mengalahkan musuh2ku?"
aku membuat suaraku sedikit agak menggoda.
"iya, tapi di permainan kedua aku tetap yg bertahan lebih lama. karena aku sudah mulai bisa rilex menahan pistol-pistolan itu"
sanggahmu tertawa renyah.
Bahagiaku sore ini bisa berbagi kebahagiaan bersama.
walau di antara kita, pastilah menyimpan sepotong kisah kehidupan yg suram.
ini kisah kita. bukan rekaya, atau sengaja di buat-buat.
biar mereka cemburu. biar mereka iri melihat kita.
kapan-kapan kita pergi lagi yah? agar aku bisa menulis kisah yg baru bersamamu.
:)
dari sahabatmu.
Kairo, 26 Juni 2014
Monday, 14 April 2014
Hujan Di Mata Amak
